Monday, September 21, 2009

Making Movie

Scene "reality"

Pantai.Ancol.Banyak abege yang pacaran.Gelap.Tak peduli banyak nyamuk.

Aku.Kamu.Diam.
Setelah ratusan argumen dan ribuan alasan kita akhirnya cuma bisa diam. Buntu ngadepin masalah yang bukan masalah buat kamu, buntu ngebahas persoalan yang gak masuk di otakku.
Setelah kehabisan kata2 dan capek buat mengatur bahasa akhirnya terucap satu kenyataan yang cukup untuk menyelesaikan semua perkara.
Dan kita akhirnya tertawa. Bagaimana semua masalah dan pertengkaran yang dilalui hanyalah sia2 karna kita lupa.

"Kita lupa. Aku dan kamu jauh beda dalam usia. Buat kita beda dalam menghadapi segala"

Ah..seharusnya kita sadar dari jauh waktu..aku hanya mengulang fase waktu yang pernah kamu lalui..kamu alami..
Disaat aku masih netek ibuku, mungkin kamu sedang pusing ngerjain soal matematika di depan kelasmu..
Disaat aku main petak umpet di kolong sekolahku, mungkin kamu lagi sibuk berkutat dengan senyawa kimia di labmu..

Wajar aku anggep sepi persoalanmu karna itu hanya bayangan buatku..belum waktuku buat kesitu...
Wajar kamu anggap basi protesku karna itu sudah bukan lembaran baru buatmu..
Jadi tak semua masalah harus ada kata selesai..kata sudah..biarin aja semua menguap..karna gak semuanya butuh kata usai..

Kita pulang dalam tawa. Dan semua persoalan itu tiada. Yang ada hanya rasa. Cinta. Dan itu Nyata.

0 comments: